Isi Project ZIP
Bundle menyertakan:- PRD Markdown sebagai sumber requirement utama;
- folder
docs/berisi dokumen Blueprint dalam urutan yang mudah dibaca; README.mddengan langkah awal khusus project;.env.exampledan.env.local.exampleberisi nama parameter serta placeholder lokal atau sandbox, tanpa secret;AGENTS.mdsebagai kontrak kerja kanonik untuk coding agent;AGENT.mdsebagai pointer kompatibilitas keAGENTS.md, bukan salinan aturan kedua;- folder
ai-coding-agent-prompts/berisi lima prompt bernomor; - folder
templates/untuk memulaiPLAN.md,STATUS.md,LOG.md, koordinasi multi-agent bila diperlukan, dan pola minimum Git-ignore untuk file environment lokal; serta manifest.jsonuntuk memetakan dokumen, konfigurasi, workflow, dan file yang disertakan.
Siapkan repository dengan aman
1
Ekstrak ke folder terpisah
Jangan langsung mengekstrak di atas repository yang sedang digunakan. Buka
README.md di dalam bundle dan periksa isinya terlebih dahulu.2
Merge, jangan menimpa
Salin PRD,
docs/, ai-coding-agent-prompts/, templates/, dan template environment ke workspace target. Jika repository sudah memiliki README, source, dokumentasi, konfigurasi, atau aturan manusia, pertahankan file tersebut dan rekonsiliasikan tambahan yang relevan.3
Pertahankan kontrak manusia
Untuk repository baru, Anda dapat memakai
AGENTS.md dari bundle. Untuk repository existing, minta coding agent membaca kontrak bundle dan menggabungkan aturan yang relevan ke AGENTS.md yang sudah ada. Jangan mengganti aturan manusia secara otomatis. Biarkan AGENT.md hanya menunjuk ke AGENTS.md.4
Siapkan environment lokal
Rekonsiliasikan nama parameter dari
.env.example. Buat .env.local dari .env.local.example hanya jika local run memerlukannya. Jika .env.local sudah ada, pertahankan semua nilainya dan tambahkan hanya nama yang belum tersedia.5
Periksa Git remote
Coding agent akan mencari Git root dan remote dari folder aktif. Berikan URL repository, misalnya GitHub, hanya jika remote belum ada dan operasi jaringan memang diperlukan.
Jalankan lima prompt secara berurutan
Langkah 1 — foundation dan PLAN
Jalankan01-analyze-and-create-development-foundation.md terlebih dahulu. Prompt ini membaca PRD, repository, dan aturan agent; menilai gap serta risiko; lalu membuat atau merekonsiliasi PLAN.md, STATUS.md, dan LOG.md dari template bila diperlukan.
PLAN.md menjadi satu-satunya plan development aktif. Jika ada IMPLEMENTATION_PLAN.md lama, coding agent memperlakukannya sebagai sumber migrasi dan tidak memperbarui dua plan secara paralel. Langkah 1 harus berhenti setelah foundation dan plan selesai, tanpa memulai prototype atau production coding.
Langkah 2 — prototype
Setelah Anda meninjauPLAN.md, jalankan 02-build-prototype.md. Prompt ini membangun prototype sesuai batas yang sudah direncanakan, memakai mock, local service, atau sandbox. Prototype membantu memvalidasi alur dan interface; prototype bukan bukti bahwa authorization, pembayaran, persistence, audit, atau keamanan production sudah selesai.
Tinjau hasil prototype sebelum melanjutkan.
Langkah 3 — satu task production
Jalankan03-start-or-resume-one-production-task.md berulang kali. Setiap run hanya mengerjakan satu task production:
- jika
STATUS.mdmemiliki task In Progress, agent melanjutkannya; - jika tidak, agent memilih satu task Ready paling awal yang seluruh dependensinya sudah selesai;
- agent menjalankan check yang relevan, memperbarui
PLAN.md,STATUS.md, danLOG.md, lalu berhenti sebelum task berikutnya.
Langkah 4 — multi-agent opsional
Gunakan04-optional-multi-agent-execution.md hanya jika platform mendukung beberapa agent dan beberapa task Ready benar-benar independen. Saat mode ini digunakan, salin templates/CONSOLIDATION_AGENT.md menjadi file aktif di root dan tetapkan satu coordinator.
Jangan memakai mode ini untuk task yang saling bergantung atau mengubah shared contract yang sama tanpa ownership dan urutan integrasi yang jelas.
Langkah 5 — recovery kondisional
Gunakan05-resume-after-interruption-or-failure.md hanya ketika agent, terminal, atau perangkat berhenti di tengah task. Prompt ini membaca state yang tersimpan, memeriksa perubahan yang belum selesai, lalu melanjutkan task aktif tanpa mengulang pekerjaan yang sudah selesai.
Langkah 5 bukan langkah rutin setelah setiap task. Untuk pekerjaan normal berikutnya, ulangi Langkah 3.
Cara menggunakan folder templates
File dalamtemplates/ adalah struktur awal, bukan state project yang langsung aktif. Coding agent hanya membuat file root seperti PLAN.md, STATUS.md, atau LOG.md bila belum ada, atau merekonsiliasikan file yang sudah ada tanpa menghapus informasi valid.
templates/CONSOLIDATION_AGENT.md tetap tidak aktif untuk workflow single-agent. Aktifkan hanya ketika Langkah 4 benar-benar digunakan.
Sebelum memberi prompt pertama
Pastikan Anda sudah:- membuka repository target di coding agent;
- menyimpan PRD dan folder dokumen Blueprint di workspace;
- membaca
README.mdbundle; - memeriksa bahwa konfigurasi lokal tidak mengandung secret yang akan di-commit; dan
- menyiapkan URL Git hanya jika repository belum mempunyai remote.